Tiga Warga Ikut Diamankan
JAYAPURA-Polda Papua berhasil menyita selembar bendera bintang kejora berukuran 10 cm x 20 cm dari seorang warga dalam razia gabungan yang digelar di depan Expo Waena, Jumat (3/7) kemarin.
Selain menyita bendera bintang kejora, polisi juga menyita 12 senjata tajam (sajam), 2 kaos TNI, 1 kaos Polri, 1 celana TNI serta jaket.
Dalam razia yang melibatkan anggota dari Direktorat Lalu Lintas, Direktorat Samapta dan Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Papua, juga disita 1 botol Robinson, 1 botol bir hitam, setengah botol aqua berisi miras siap konsumsi dan 1 botol Coca-Cola.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, polisi juga mengamankan SK (28) yang membawa bendera bintang kejora yang disimpan di dalam tasnya.
Selain SK, polisi juga mengamankan 2 rekan SK yaitu BK (29) dan NY (25) yang kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau dengan gagang dari gagang pintu. Seluruh barang bukti serta 3 warga tersebut langsung diamankan ke ruang Tim Satgas Khusus Ditreskrim Polda Papua.
Dalam razia yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut, polisi melakukan pemeriksaan barang-barang milik penumpang yang melintas di depan Expo Waena dengan sasaran sajam dan minuman keras.
Ketua Tim Satgas Khusus Ditreskrim Polda Papua, AKBP Susilo mengaku razia gabungan tersebut untuk melakukan pencegahan terhadap penumpang yang terlihat membawa sajam. “Itu untuk antisipasi terkait sidang Buchtar Tabuni yang memasuki agenda putusan,” ujar Susilo.
Katimsus AKBP Susilo mengatakan, razia tersebut sifatnya pencegahan, sehingga pihaknya mengamankan sajam dari tangan warga tersebut. Hanya saja saat razia sajam yang ditemukan tidak dikuasai oleh warga hanya diletakan di bawah jok mobil.
Sementara itu, terkait dengan diamankan 3 warga BTN Sereh Sentani yang salah satunya kedapatan membawa selembar bendera bintang kejora, Susilo mengungkapkan bahwa ketiganya akan dimintai keterangan. “Kami akan mintai keterangan terhadap ketiga warga ini,” jelasnya.
Sementara itu, BK yang kedapatan membawa bendera bintang kejora kecil tersebut, mengaku sudah lama menyimpan barang tersebut di dalam tasnya. “Waktu itu saya dibagi oleh seorang lelaki di makam Theys pada Desember 2008,” akunya. (bat)
Posted by admin |
No Comments »

Malam Harinya, Rumas Kadis DKP Kota Juga Ludes Terbakar
JAYAPURA -Pasar Youtefa yang berada di wilayah Abepura, Kota Jayapura, Jumat ( 3/7) sekitar pukul 13.30 WIT terbakar. Akibat kebakaran hebat ini, puluhan kios ludes. Kerugian ditaksi mencapai miliaran rupiah.
Kejadian ini, bukan yang pertama kali. Sejak pasar ini dibangun, kebakaran ini adalah yang ketiga kalinya. Kebakaran pertama terjadi tahun 2005, kemudian kejadian yang sama terjadi tahun 2007 dan pada Jumat kemarin, merupakan kebakaran yang ketiga kalinya.
Api diduga berasal dari sebuah genset yang meledak. Seorang saksi mata M.Tang mengungkapkan, saat peristiwa terjadi sebagian pedagang sedang melaksanakan tengah mengadakan Salat Jumat di kompleks pasar. Pada saat yang sama, sedang terjadi pemadaman listrik di wilayah pasar tersebut.
Dari sebuh toko di tengah pasar tersebut, muncul kepulan aasap hitam. Awalnya ada genset yang meledak, kemudian membakar toko tersebut. Warga dan pedagang sempat berupaya keras memadamkan api itu, namun tidak berhasil. Tiupan angin kencang dan barang-barang yang mudah terbakar membuat api sulit dikuasai.
Di beberapa bagian toko, para pedagang dibantu beberapa warga mengeluarkan seluruh isi toko ke jalan. Upaya ini, cukup berhasil, meski terpaksa barang-barang dagangan hancur atau rusak karena hanya diletakan begitu saja di jalan.
Di bagian lain dari los pasar yang sedang terbakar, pedagang melakukan upaya memutus merembetnya api dengan cara merusak bangunan, merobohkan tiang, agar api nantinya tidak menyebar lebih luas di seluruh baian pasar.
Terlihat pula beberapa orang terutama kaum perempuan yang menangis histeris melihat kobaran api. Tak sedikit juga warga yang memanjatkan doa agar musibah tersebut tidak menimpa jualannya.
Mobil pemadam kebakaran baru datang, beberapa saat setelah api sudah membesar membakar pasar. Samapi di lokasi kebakaran pun agak sudah langsung melaksanakan tugasnya, karena kerumunan warga yang datang menyaksikan kebakaran tersebut. (lagi…)
Posted by admin |
No Comments »
1 Anggota OPM Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri
JAYAPURA-Baku tembak antara anggota Polres Kepulauan Yapen, Provinsi Papua dengan anggota TPN/OPM dilaporkan terjadi di Distrik Poiway, Waropen, Selasa (2/7) kemarin.
Dalam kontak tembak yang berlangsung beberapa saat dalam penghadangan terhadap kelompok TPN/OPM yang diketahui di bawah pimpinan Eric Manitori itu, aparat dari Polres Kepulauan Yapen yang berjumlah 15 personel dan dibackup 5 personel TNI dari Kodim 1709, berhasil menangkap 1 anggota TPN/OPM yang diketahui bernama Natanael (27) warga Korongbobi, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Imam Setiawan ketika dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya membenarkan adanya kejadian kontak tembak antara aparat keamanan dengann kelompok TPN/OPM tersebut.
“Kami telah berhasil melakukan penghadangan terhadap kelompok TPN/OPM di wilaya Poiway, Waropen. Kami menduga kelompok ini merupakan pelarian dari Mamberamo Raya di bawah pimpinan Eric Manitori,” ungkap Kapolres Imam Setiawan, Jumat (3/7) kemarin.
Selain berhasil menangkap salah satu dari anggota TPN/OPM, pihaknya juga berhasil mengamankan ratusan barang bukti, termasuk senjata api laras panjang rakitan, pistol rakitan, pelontar granat rakitan, belasan senjata tajam, termasuk busur dan anak panah serta belasan jimat, dokumen rencana penyerangan Lapter Kapeso dan bendera Bintang Kejora.
Dari kejadian kontak tembak tersebut, lanjut Kapolres Imam Setiawan, anggota TPN/OPM berhasil melarikan diri masuk ke hutan dan diperkirakan 3 orang dari pihak OPM terluka, namun berhasil diselamatkan oleh rekan mereka.
Sehari kemudian (Jumat, 3/7), ujar Kapolres Imam Setiawan, seorang anggota TPN/OPM yang diketahui bernama Yance Mabuai menyerahkan diri, setelah melalui aparat Bamuskam Poiwai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.
“Kini keduanya telah berada di Polres Kepulauan Yapen dalam pemeriksaan secara intensif dalam rangka penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Imam Setiawan.
Kapolres menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih memburu TPN/OPM di bawah pimpinan Erik Manitori yang diduga kuat telah bersembunyi di hutan tersebut.
“Polres masih terus melakukan pengusutan terhadap para pelaku lainnya yang terdaftar dalam dokumen yang kami temukan setelah kontak senjata tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Plh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya kejadian penghadangan tersebut. Nurhabri menduga bahwa kelompok TPN/OPM tersebut diduga merupakan pecahan kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Decky Imbiri yang melakukan penguasaan Lapter Kapeso, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, selama beberapa minggu lalu.
“Bisa saja, itu bagian dari kelompok TPN/OPM yang sempat menguasai Lapter Kapeso. Apalagi, dari penghadangan itu, ditemukan dokumen rencana penyerangan Lapter Kapeso,” ungkap Nurhabri.
Saat ini, imbuh Nurhabri, aparat kepolisian setempat masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok TPN/OPM yang melarikan diri ke dalam hutan tersebut. (lagi…)
Posted by admin |
No Comments »
JAYAPURA-Akhir dari sidang dugaan kasus makar dengan terdakwa Buchtar Tabuni yang didakwa telah melakukan aksi makar pada 16 Oktober 2008 di depan gapura Uncen Perumnas III Waena dan depan Expo Waena akhirnya mendapat titik terang.
Sidang terakhir dengan agenda pembacaan putusan, Jumat (3/7) di Pengadilan Negeri Jayapura akhirnya memvonis terdakwa Buhctar Tabuni selama 3 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 10 tahun penjara.
Sidang yang awalnya dijadwalkan akan berlangsung usai shalat Jumat atau pukul 13.00 WIT terpaksa harus molor hingga pukul 15.20 WIT. Entah karena alasan apa, namun pukul 15.15 WIT mobil tahanan yang membawa Buchtar akhirnya masuk ke pelataran pengadilan.
Kedatangan pria kelahiran 1979 ini awalnya dinanti-nanti bak pahlawan dan saat memasuki pengadilan Buchtar langsung disambut oleh tim penasehat hukum dan pendukungnya. Pengawalan pada sidang kali ini boleh dibilang ekstra. Selain menurunkan personel Dalmas dan Brimob dengan peralatan huru hara, tampak juga di standbykan sebuah mobil water canon di depan pertokoan.
Kedatangan mobil tahanan itu juga tidak mendapat pengawalan ekstra dan tiba-tiba mobil yang membawa Buchtar sudah berada di halaman pengadilan. Datang menggunakan pakaian kebesarannya yang bercorak Army dengan mengenakan kacamata Mic Jagger, Buchtar langsung menebar senyum pada pendukungnya yang sudah ada di pengadilan negeri itu.
Wajah Buchtar juga terlihat lebih bersih dan siap untuk mengikuti putusan sidang. Setelah perangkat sidang lengkap, Buhctar pun diminta untuk duduk di kursi pesakitan. Hanya sebelum sidang dimulai, Majelis Hakim yang dipimpin Manungku Prasetyo, SH bersama Lucky R. Kalalo SH dan Hotnar Simarmata ini meminta agar hadirin yang berada di ruang sidang melepas penutup kepala (topi).
Majelis juga mewanti-wanti agar sebelum pembacaan putusan, hadirin tidak boleh ribut apalagi mengeluarkan nada protes. Pembacaan putusan pun dimulai secara bergilir oleh ketiga hakim.
Terlihat karena banyaknya perincian dari putusan tersebut hingga waktu pembacaan memakan waktu hampir setengah jam.
Ketua Tim PH Buchtar, Piter Ell, SH maupun Ketua Tim JPU, Maskel Rambulangi, SH terlihat terkantuk-kantuk begitu juga pengunjung sidang. Berbeda dengan Buchtar yang terus mengikuti dengan seksama kalimat per kalimat yang dibacakan majelis hakim itu. (lagi…)
Posted by admin |
No Comments »
Evakuasi Avia Star Kembali Gagal
JAYAWIJAYA-Lagi-lagi upaya evakuasi bangkai pesawat Twin Otter PK-BRO DHC 6 milik maskapai penerbangan Avia Star bersama 3 orang kru yang jatuh di wilayah Kabupaten Yahukimo yang dilakukan Jumat (3/7) kembali gagal. Kegagalan upaya evakuasi ini juga akibat cuaca buruk, padahal sebanyak 13 Tim SAR telah diterjunkan ke lokasi.
Pesawat Helikopter PK-BRU yang membantu proses evakuasi belum berhasil mengevakuasi korban disebabkan sulitnya medan dan letak lokasi jatuhnya pesawat sehingga diputuskan untuk dilakukan evakuasi hari ini, Sabtu (4/7) mulai pukul 06.00 WIT.
Saat dikonfirmasi wartawan usai membawa tim SAR ke lokasi, Pilot Helikopter, Caption Edi mengatakan, Jumat (3/7) sekitar pukul 07.00 WIT cuaca masih bagus dan untuk penerbangan terakhir ini kebetulan di areal lokasi jatuhnya pesawat cuaca sudah tertutup sehingga tidak bisa dilakukan pendaratan (landing).
Disinggung soal kondisi terakhir korban, Caption Edi menjelaskan, untuk korban sendiri belum bisa dilakukan proses evakuasi bahkan dirinya hanya bertugas untuk membantu penerbangan serta hanya menunggu komando dari tim SAR sehingga jika sudah ada di dropping zone (wilayah pendaratan) baru bisa dilakukan evakuasi ke Wamena.
Soal jarak pendaratan Helikopter ke tempat lokasi, lanjutnya, Helikopter sudah bisa mendarat hanya masih observasi, artinya Helikopter tidak mendarat di letak lokasi jatuhnya pesawat (grass location) namun hanya bisa landing di drooping zone saja.
Dikatakan, tim SAR yang sudah di kirim ke lokasi sebanyak 4 orang dan sudah naik dari dropping zone kemudian tadi ada informasi dari tim SAR bahwa mereka sudah berjalan ke atas di grass location.
“Kondisi terakhir menurut informasi dari tim SAR bahwa tim sudah menuju lokasi dan sudah bekerja namun karena cuaca buruk sehingga sulit untuk dilakukan proses evakuasi,”jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, jarak tempuh perjalanan dari dropping zone menuju grass location sekitar 5-8 jam dan hari ini yang sudah dikirim tim SAR baru untuk membantu tim SAR yang sudah ada sebanyak 2 orang, kemudian 2 orang dari pihak Avia Star.
Di tempat terpisah, Kepala Bandara Wamena, H. Tatarai, SH menjelaskan, informasi saat ini bahwa korban masih berada di dalam pesawat dan belum bisa di evakuasi dari dalam pesawat karena kendala yang dihadapi tim SAR adalah cuaca buruk sejak pukul 09.00 WIT pagi hingga kemarin siang, sehingga lokasi masih tertutup awan oleh karena itu tidak memungkinkan dilakukan evakuasi sebab jarak pandang sekitar 10 meter.
Kemudian kendala lain, kata dia, tebing lokasi jatuhnya pesawat yang sangat curam bahkan tingkat kemiringan lokasi mencapai 80 derajat sehingga harus menggunakan alat bantu bahkan kalau dengan kaki telanjang maka akan menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam.
Dikatakan, tim yang sudah diterjunkan dari SAR sebanyak 5 orang kemudian 6 orang terdiri dari 2 orang dari TNI AD, TNI AU dan anggota polisi kemudian ditambah tim SAR yang dibawa oleh Hellimission sehingga berjumlah 13 orang tambahan.
Untuk tim SAR yang sudah sempat diterjunkan masih berupaya keras untuk membantu proses evakuasi bahkan masyarakat di sekitar lokasi sangat antusias membantu untuk mengevakuasi.
Lebih lanjut dikatakan, jarak dari antara lokasi pendaratan Helikopter menuju lokasi jatuhnya pesawat tersebut sekitar 1,6 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 8 jam untuk berjalan kaki sehingga untuk hari ini (kemarin,red) upaya evakuasi belum bisa dilakukan dan sesuai rencana besok (hari in) akan dilakukan evakuasi mulai pukul 06.00 WIT pagi. (nal)
Posted by admin |
No Comments »
Terkait Bentrok di Paniai
JAYAPURA-Bentrok antara masyarakat dengan aparat Brimob di Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai yang berujung tewasnya 1 warga dan 4 orang luka-luka termasuk anggota Brimob, masih terus diselidiki Polda Papua.
Bahkan, Polda Papua kini telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 anggota Brimob yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk beberapa warga masyarakat juga telah dimintai keterangannya.
Plh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri mengatakan pihaknya sudah memintai keterangan terhadap 11 anggota Brimob dan beberapa saksi dari warga. “Penembakan yang dilakukan oleh anggota Brimob dalam insiden itu, sudah sesuai dengan prosedur,” ungkap Nurhabri, Jumat (3/7) kemarin.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu, lanjut Nurhabri, diketahui bahwa insiden bentrokan tersebut bermula ketika masyarakat dari Marga Boma mendatangi rumah Yosias Degey di Aikai sambil melakukan tarian adat untuk menuntut denda atas dugaan keluarga mereka yang diduga dibunuh oleh keluarga Degey pada 13 Juni 2009 lalu.
Bahkan, masyarakat dari Marga Boma tersebut kemudian melakukan pengrusakan di rumah Yosias Degey. Sementara itu, anggota Brimo yang di BKO-kan di Polres Paniai saat itu baru pulang dari Mapolresta setelah apel pagi.
Tidak jauh dari Pos Brimob tersebut, anggota Brimob melihat masyarakat dari keluarga Boma sudah melakukan pengrusakan di rumah Yosias Degey, sehingga anggota Brimob yang berjumlah 11 orang tersebut berusaha untuk melerainya.
Namun, saat itu justru anggota Brimob tersebut diserang ratusan masyarakat dari keluarga Boma tersebut dengan parang, panah, kapak, batu dan kayu. “Anggota sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke atas, namun massa tetap anarkis bahkan ada yang berusaha merebut senjata anggota Brimob, sehingga anggota langsung melakukan tembakan untuk melumpuhkan. Itu pun dengan peluru karet,” jelas Nurhabri.
Nurhabri mengungkapkan pemicunya sebenarnya masalah tuntuan keluarga Boma yang meminta denda adat kepada marga Degey. “Dua hari sebelum Manis Boma meninggal, sempat bertengkar dengan salah seorang dari marga Degey sehingga diklaim mereka sebagai penyebab meninggalnya Manis Boma tersebut, padahal korban meninggal karena sakit jantung,” ungkapnya.
Ditambahkan, pasca terjadinya bentrok tersebut, sampai saat ini situasi di Enarotali, Kabupaten Paniai dalam keadaan aman. “Sekarang sudah aman dan masyarakat sudah beraktifitas seperti biasanya,” imbuhnya.
Sementara itu, dari kejadian itu terjadi korban tewas Matheus Boma (54) terkena tembakan, Marthen Pigay (27) terkena tembak di paha kanan, Simon Keiye (25) luka tembak di bagian kakikiri, Pentetius Boma (50) luka tembak paha kanan dan Bripda Faizal (24) luka panah di pantatnya dan mendapatkan 5 jahitan. “Korban luka semua dirawat di Paniai dan kini sudah membaik,” pungkasnya. (bat)
Posted by admin |
No Comments »
Terkait Pesta Miras yang Libatkan John Tabo
JAYAPURA-Terkait dengan kasus pesta Miras yang berujung tewasnya, Bripaka Edward anggota Polsek Kuala Kencana, Polres Mimika, Selasa (30/6) lalu yang juga melibatkan Bupati Tolikara, Jhon Tabo dan sempat dilarikan ke RS Mitra Masyarakat Timika karena Miras tersebut, Polda Papua kini telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
Plh Kabid Humas Polda Papua AKBP Nurhabri mengungkapkan dalam kasus tersebut, pihaknya sudah memintai keterangan terhadap 4 orang saksi yakni pramuria Bar Quens yang bersama-sama menemani korban dalam mengkonsumsi Miras di ruang VIP 8 Bar Quens Timika tersebut.
Keempat pramuria itu, diantaranya diketahui bernama Febriani (23), Yeyen (29), Khaerani (20) dan Maya Apryanti (18).
Sementara itu, hingga kemarin pihaknya belum memintai keterangan terhadap korban Jhon Tabo karena saat itu juga sempat dirawat di RS Mitra Masyarakat Timika.
Soal kondisi Bupati Tolikara Jhon Tabo sampai saat ini, Plh Kabid Humas Nurhabri mengaku tidak mengetahui keberadaanya. “Kami belum tahu korban dirawat di mana, setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit Timika,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Soal adanya isu bahwa Bupati Tolikara dikabarkan meninggal dunia, Nurhabri juga belum mengetahuinya. “Kalau meninggal, pasti sudah ramai. Kami saja tidak tahu di mana ia dirawat,” ujarnya.
Terkait dengan kasus indikasi korupsi yang dilakukan Jhon Tabo saat menjabat sebagai Ketua DPRD Jayawijaya periode 1999-2004, Nurhabri menegaskan Polda Papua masih tetap memprosesnya dan saat ini masih menunggu ijin dari presiden untuk penahanannya.
Sementara itu, terhadap oknum polisi yang terlibat mabuk bersama dengan John Tabo tersebut, Nurhabri menegaskan bahwa Polda Papua akan menindak dengan tegas, apalagi Kapolda Papua tidak mentolelir bagi oknum anggotanya yang mabuk.
“Polisi yang terlibat jelas akan ditindak tegas. Kami akan hadapkan yang bersangkutan dalam sidang disiplin dengan saksi bisa saja ditunda kenaikan pangkat, ditunda mengikuti pendidikan dan menjalani penempatan di tempat khusus selama 21 hari,” tandasnya.(bat)
Posted by admin |
No Comments »